Misteri di Borobudur
Barda si buta (Ratno Timoer) saat berada di Borobudur, dituduh sebagai pembunuh Bimo Adirekso (Wahid Chan). Anak-anak terbunuh, Subala (Adang Mansjur) dan Subali (Adji Agus), tidak peduli dengan tuduhan orang. Mereka berebut harta peninggalan orangtuanya sampai terjadi perkelahian hebat yang sia-sia, karena wasiat dan peta harta ada di tangan Sekarningsih (Nuke Maya Saphira), anak Bimo juga, dan pacarnya, Bambang Permadi (Rachmat Kartolo). Harta itu sempat dicuri oleh Selendang Mayang (Rita Zahara), lalu tercuri orang lain lagi sampai ke Dieng. Di sini pertempuran terjadi. Film ini disuguhkan dengan gaya misteri.
Director: Pitrajaya Burnama
Writer(s): Ganes, TH.; Pitrajaya Burnama
Producer: Tien Samantha
Cast: Ratno Timoer; Wahid Chan; Rita Zahara; Rahmat Kartolo; Nuke Maya Saphira; Kandar Sinyo; Adang Mansjur; Adji Agus
Malam Djahanam
Mat Kontan (Rachmat Kartolo), seorang pembual-pesolek seolah lebih cinta burungnya daripada istrinya, Paijah (Mieke Wijaya). Apalagi diisyukan bahwa Mat Kontan mandul. Bersebelahan dengan rumah mereka, tinggal seorang bujangan, Soleman (Ratno Timoer). Paijah yang sering kesepian karena ditinggal suaminya main kartu atau menyabung ayam, dengan tidak diduga menjadi akrab dengan Soleman. Dan memang terjadilah di suatu malam jahanam, apa yang diduga itu. Paijah hamil. Mat Kontan senang karena terbukti bahwa dia tak mandul. tapi Paijah dikejar kecemasan bila rahasianya terbongkar, bahkan sampai setelah bayinya lahir. Kekawatiran itu membuat Soleman membunuh burung beo kesayangan Mat Kontan di malam jahanam yang lain. Mat Kontan naik pitam. Maka terbongkarlah rahasia yang terpendam. Setelah sebuah perkelahian, Mat Kontan kembali akur dengan istrinya. Naskah drama yang pendek terpaksa diulur dalam film, sementara perkampungan nelayan yang jadi latar belakang peristiwa juga tak terungkap, apalagi konflik psikologis tokohnya yang menjadi kekuatan naskah drama aslinya.
Director: Pitrajaya Burnama
Writer(s): Motinggo Boesje; Pitrajaya Burnama
Producer: Tien Samantha
Cast: Rahmat Kartolo; Mieke Wijaya; Ratno Timoer; Ismed M.Noor; Nurnaningsih; Rina Hassim; Jopi Burnama
Impas
Tanpa jelas sebabnya, seorang ayah marah-marah, membanting anaknya, Ibrahim (Sandy Suwardi Hassan) dan menceraikan istrinya. Ibrahim kemudian lari dan terdorong jadi garong setelah bertemu dengan Umar (Ray Iskandar). Petulangan inilah yang menyita sebagian besar kisah. Setelah sebuah perampokan bank yang sukses, Ibrahim tiba-tiba menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi kompanyonya, Umar. Hasil ranpokan dilarikan. Umar tak tinggal diam. Terjadi kejar-kejaran dan baku tembak dan sama-sama tewas. Banyak tokoh-tokoh lain berseliweran dalam film ini, tapi tak jelas fungsinya.
Director: Sandy Suwardi Hassan
Writer(s): Sandy Suwardi Hassan
Producer: Endraadtmadja, M.
Cast: Sandy Suwardi Hassan; Ray Iskandar; Widyawati; Hadisjam Tahax; Farida Arriany; Aedy Moward; Ariati; Ismar Lubis; Moh Mochtar; Rachmat Hidayat; Ratno Timoer; Dicky Zulkarnaen; Rachmat Kartolo; Renny Asmara; Tien Samatha; Nuke Maya Saphira

