Cucu
Karena sebuah kecelakaan, Boi kehilangan kedua orangtuanya. Kebetulan salah seorang staf Kedutaan Besar RI Malaysia melalui Deplu bisa menemukan familinya yaitu neneknya yang kaya raya di Pulau Banda Neira. Boi disuruh untuk tinggal bersama. Di Banda Neira Boi harus menghadapi Dullah, suami anak angkat neneknya, yang pemabuk dan ingin menguasai harta neneknya. Kisah kemudian berkisar tentang usaha Dullah mencelakakan Boi untuk mendapatkan harta neneknya namun justru Dullah mendapat celaka hingga ajalnya.
Director: Des Alwi
Writer(s): Des Alwi; Usbanda
Producer: Qamar, AR; Des Alwi
Cast: Ramon Alwi, Farouk Afero; Dien Novita; Dadi Djaja; Hadisjam Tahax; Halida Hatta; Hadidjah; Evy Devy Harfiany; S. Roomai Noor; Umi Kalsum
Ayah Tiriku Ibu Tirimu
Ibunya Dina, sorang janda dan guru, dipersunting Hendra, penyanyi duda dengan dua anak. Intrik datang dari adik sang duda, seorang perawan tua dan pasangannya, tukang susu Abdullah untuk menggagalkan kehidupan perkawinan ini. Usahanya nyaris berhasil. Anak-anak minggat, mertua Hendra yang datang dari kampung sakit hati atas perlakuan Ellya. Maka rahasia Ellya dibuka. Perawan tua ini pernah sakit jiwa. Akhirnya semua bisa selesai. Ellya dilamar Abdullah.
Director: Mardali Syarief
Writer(s): Mardali Syarief
Producer: Darmawan Susanto
Cast: Dina Mariana; Elly Khadam; Lily Ibrahim; May Sumarna; Usman Said; Yatti Kusumah; Arman Effendy; AS, Nasum; Vivie; Yunita; Dimas Pusponegoro; Irah
Janji Sarinah
Hubungan Herman dengan Sarinah takut diketahui ayah Herman, Cokro Sentono seorang pengusaha perkebunan, karena ayah Sarinah Amat, hanyalah buruh perkebunan itu. Herman yang baru pulang dari luar negeri itu, begitu kesengsem hingga diam-diam kawin dengan Sarinah tanpa tahu kedua orang tua mereka. Baru beberapa hari nikah. Herman disuruh membereskan perkebunan milik mereka di Sumatera Utara. Herman tak bisa mengelak. Saat Herman sudah pergi, tahulah dia bahwa Herman sudah diam-diam kawin. Didatangilah Sarinah dan dipaksanya berjanji untuk melupakan Herman.
Sedang ayah Sarinah, yang mengetahui anaknya hamil, ikut-ikutan marah, karena Sarinah tak mau mengaku siapa yang menghamilinya sesuai dengan janjinya. Sarinah diungsikan ke tempat lain. Saat melahirkan, bayi Sarinah langsung dititipkan ayahnya ke panti yatim-piatu. Kepada Sarinah dikatakan bahwa bayi itu meninggal. Herman yang pulang dan mencari, menjumpai Sarinah yang jadi guru di tempat pelacuran dekat perkebunan. Salah paham mulai dipakai sebagai alasan. Meski pakaian Sarinah sangat sopan, Herman tetap menuduh Sarinah pelacur. Saat ayah Sarinah sakit keras, rahasia lama dibuka. Salah satu anak yatim asuhan Sarinah adalah anaknya sendiri. Baru pada saat terakhir sekali, saat Cokro dan Herman sedang mempersiapkan pesta perkawinan, semua rahasia dibuka. Maka kembalilah pasangan Herman Sarinah dan anaknya, sementara Cokro mengakui kesalahannya.”Geografi dalam film ini sangat membingungkan.
Cincin Berdarah
Darsih tak perduli sudah punya anak dan suami. Ia main serong dengan Kosim tetangganya. Marni adik Kosim yang selalu menjadi bulan bulanan mempunyai sebuah cincin yang ternyata membawa petaka. Mula-mula bayi Darsih mati digigit tikus, kemudian tanpa sengaja Marni memergoki Darsih dengan Kosim. Takut rahasianya terbongkar, maka Marni dibunuh. Cincinnya diambil oleh yang memandikan mayat yang ingin menyimpan rahasia. Sejak itu setiap pemilik cincin Marni selalu mendapat petaka. Puncaknya arwah Marni mendatangi Darsih yang meminta Kosim tidur di rumahnya. Darsih mati ketakutan sedangkan Kosim mati dipatok kobra.
Director: SA Karim
Writer(s): Wirjaatmadja Ngadiman; Ackyl Anwari
Producer: Wirjaatmadja Ngadiman
Cast: Grace Simon; Muni Cader; Noortje Supandi; Menzano; Ratmi B-29; Slamet Harto; Tini Muslim; Bissu; Udi; Dudung; Harry; Diman
Arwah Komersil dalam Kampus
Pak Parto kalah berjudi di rumahnya sendiri. Rumahnya amblas, tapi dia masih sempat beli kado untuk anaknya yang ulang tahun. Entah karena apa ia meninggal. Arwah Parto ini yang kemudian jadi topik. Ia selalu membantu anaknya, dr. Hartono, yang jadi dosen. Namun bantuannya itu selalu saja salah, hingga Hartono selalu ketiban sial.
Director: Muchlis Raya
Writer(s): Eko Suharyo; Sjuman Djaya
Producer: Ronald Lolang
Cast: Christine Hakim; Purnomo (Mang Udel); Suroto; Darto,S; Kardjo AC-DC; Teten

