Mereka Kembali
Kisah “Long March” Divisi Siliwangi dari Yogya kembali ke Bandung, saat gagalnya Perjanjian Renville 18 Desember 1948. Panglima Sudirman memerintahkan Divisi Siliwangi kembali. Perjalanan panjang itu merupakan perjalanan penuh derita dan penuh hambatan, baik menghadapi Belanda, maupun menghadapi gerombolan Darul Islam (DI).
Director: Nawi Ismail
Writer(s): Letkol Lukman Madewa; Nawi Ismail
Producer: Malidar Hadiyuwono
Cast: Sandi Suwardi Hassan; Rahayu Effendi; Rina Hassim; Aedy Moward; Hassan Sanusi; A.Hamid Arief; Ismar Lubis; Budi Schwarzkone; Arman Effendy; Grace Simon
Lingkaran Setan
Tohir (Sukarno M.Noor) dijatuhi hukuman berat oleh pengadilan kolonial 22 September 1938. Hukuman itu dijatuhkan karena jaksa Hasan (Aedy Moward) lebih menekankan pada faktor keturunan daripada tindakan kejahatannya. Padahal Tohir melakukan kejahatan lebih karena desakan kebutuhan hidup. Istrinyahamil tua. Ia dipenjara kerja paksa di pembuangan. Ketika mendengar berita anak dan istrinya meninggal, Tohir melarikan diri. Ia culik anak Hasan. Ia besarkan dengan kejahatan, tapi hidup bagai orang terhormat. Husin juga menjalani kehidupan ganda. Di kampung ia disukai seorang gadis lugu, sementara di tempat lain ia berfoya-foya dengan perempuan lain. Di saat tuanya, Tohir hidup bermabuk-mabuk, apalagi saat ia tahu bahwa Hasan yang menghukumnya mendapat anugrah dari negara karena jasa-jasanya. Ia gunakan anaknya, Husin alias Boy (Farouk Afero) untuk membalas dendamnya dengan merampok rumah Hasan. Husin gagal. Polisi mengusut dan berhasil mengajukan Husin ke pengadilan. Di situ Tohir dalam keadaan mabuk, membuka siapa sebenarnya Husin itu. Hasan dan istrinya menerima Husin.
Director: Fritz G. Schadt
Writer(s): Farouk Afero; Misbach Jusa Biran
Producer: Washi Dipa
Cast: Sukarno M.Noor; Farouk Afero; Mieke Wijaya; Aedy Moward; Hamnidy T.Djamil; Cassim Abbas; A.Khalik Noor Nasution; Rano Karno; Farida Sjuman (Farida Feisol); Nina Karina; Daud Modas; Jasso Wiratno; Fakhri Amrullah.
Pengantin Remadja
Romi (Sophan Sophiaan) mengalami kesulitan dalam hubungan percintaannya dengan teman sekolahnya, Juli (Widyawati). Kesulitan datang dari orangtua Juli, seorang petani kaya (WD Mochtar), yang tidak bisa percaya pada Romi yang punya latar belakang besar di luar negeri karena ayahnya memang seorang diplomat. Romi sendiri dijodohkan oleh eyangnya (Fifi Young) dengan seorang gadis Solo (Ratih Dardo), tidak bisa berpaling dari Juli. Ketidaksukaan petani kaya tadi semakin menjadi saat memergoki Romi dan Juli telanjang berdua di tengah padang rumput. Bahkan Basuki (Kusno Sudjarwadi), ikut kena labrak, hingga menulis testamen mengutuk Romi bila kawin dengan Juli. Sikap kedua orangtua itu kemudian berubah saat dokter (Aedy Moward) menemukan penyakit kanker darah pada Juli. Hidupnya divonis tinggal sebulan lagi. Perkawinan pun berlangsung meski hanya sebulan. kematian Juli tak terelakkan. Di malam kematian, Romi berangkat duluan dengan janji ketemu dalam waktu tidak lama. Juli meninggal dengan tenang di ranjang dan hanya kartu penduduk Romi yang kembali ke rumah orangtuanya.
Director: Wim Umboh
Writer(s): Sjuman Djaja; Wim Umboh
Producer: Annie Mambo
Cast: Sophan Sophiaan; Widyawati; WD Mochtar; Sofia WD; Kusno Sudjarwadi; Ariati; Aedy Moward; Ratih Dardo; Fifi Young
Ateng Mata Keranjang
Dua buruh kasar Ateng dan Iskak berjumpa dengan Edy Sud, seorang doktorandus gadungan dan dua orang eksentrik (Purnomo dan Aedy Moward) yang membawa peta harta karun.
Mereka sepakat mencari harta karun itu. Dalam perjalanan, rombongan ini berjumpa dengan dua gadis (Vivi Sumanti dan Mutiara Sani). Ateng dan Iskak mulai ada main dengan dua gadis tadi. Sementara sekelompok penjahat ingin menjarah hasil galian mereka. Ternyata dua orang eksentrik tadi adalah pasien rumah sakit gila yang sedang dicari-cari polisi.
Director: Asrul Sani
Writer(s): Asrul Sani
Producer: Bucuk Suharto
Cast: Ateng; Iskak; Edy Sud; Vivi Sumanti; Mutiara Sani; Purnomo; Aedy Moward; Azwar A.N.; Said Effendy
Impas
Tanpa jelas sebabnya, seorang ayah marah-marah, membanting anaknya, Ibrahim (Sandy Suwardi Hassan) dan menceraikan istrinya. Ibrahim kemudian lari dan terdorong jadi garong setelah bertemu dengan Umar (Ray Iskandar). Petulangan inilah yang menyita sebagian besar kisah. Setelah sebuah perampokan bank yang sukses, Ibrahim tiba-tiba menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi kompanyonya, Umar. Hasil ranpokan dilarikan. Umar tak tinggal diam. Terjadi kejar-kejaran dan baku tembak dan sama-sama tewas. Banyak tokoh-tokoh lain berseliweran dalam film ini, tapi tak jelas fungsinya.
Director: Sandy Suwardi Hassan
Writer(s): Sandy Suwardi Hassan
Producer: Endraadtmadja, M.
Cast: Sandy Suwardi Hassan; Ray Iskandar; Widyawati; Hadisjam Tahax; Farida Arriany; Aedy Moward; Ariati; Ismar Lubis; Moh Mochtar; Rachmat Hidayat; Ratno Timoer; Dicky Zulkarnaen; Rachmat Kartolo; Renny Asmara; Tien Samatha; Nuke Maya Saphira

