Si Kabayan
Berbeda dengan tokoh “legenda” yang hidup di kalangan orang sunda. Si kabayan dalam film ini hanya diambil sisi kebodohannya yang diharapkan bisa jadi lucu. Si kabayan (Kang Ibing) melamar Iteng (Lenny Marlina) meski semula ditolak tapi akhirnya mereka menikah.
Setelah menikah tampilah sosok kabayan yang penidur dan pemalas, hingga karena malu Iteng pergi ke kota. Disini muncul masalah penculikan dan pemerasan yang melibatkan Iteng dan kabayan yang mencarinya.
Director: Bay Isbahi
Writer(s): Bay Isbahi; Sofyan Sharna
Producer: Tuty S
Cast: Kang Ibing; Lenny Marlina; Tuty S; Rachmat Hidayat; Tatty Saleh; Pandji Anom, M; Sup Yusup; Adang Mansyur.
Seribu Kenangan
Pada awalnya film ini ingin menunjukkan bahwa seorang anak bisa memilih cita-citanya berkat ketekunan dan kejujuran. Agus (Adhi Irawan) ingin memiliki sepeda motor. Untuk itu ia berjualan es dan menabung keuntungannya.
Namun sepeda motor itu diperoleh bukan dari hasil keringatnya tapi pemberian seorang teknisi Jepang yang bekerja di Indonesia. Ayah Agus bekerja di rumah orang Jepang itu sebagai tukang kebun. Lalu cerita berbalik menjadi cerita kriminal. Sepeda motor dilarikan orang dan seorang kawan sekolah Agus, anak orang kaya di culik komplotan yang sama.
Director: Slamet Riyadi
Writer(s): Kirdjomulyo; Slamet Riyadi
Producer: Slamet Riyadi
Cast: Adhi Irawan; Bambang Irawan; Deddy Sutomo; Dewi Irawan; Sitorus, Marsito; Parto Tegal; Ade Irawan; Nanien Sudiar; Malino Djunaedy; Dimas Haring; Hardjo Muljo.
Setan Kuburan
Kisah dari kepercayaan di banyak tempat tentang mayat yang kain kafannya tak sempat dilepas, lalu menjadi hantu pocong. Juga kepercayaan akan hutang yang dibawa mati, kucing yang melompat mayat. Itulah kisah Joyoprono (Mansjur Sjah) tuan tanah dan tukang kredit yang saat hidup bersifat tamak dan serakah.
Ia meninggal tertimpa pohon. Setelah itu muncul pocong mengganggu desa. Salim (Benyamin S) dan kawannya Amir (Mang Harry) yang berhutang Joyoprono, merasa bersalah. Atas anjuran ibunya Salim minta bantuan kakeknya. Kakek dan beberapa penduduk desa lalu mengepung pocong saat beraksi. Ternyata pocong itu buat-buatan tangan kanan Joyoprono didalangi isterinya untuk menakut-nakuti penduduk yang belum bayar hutang. Di pasangnya Benyamin S, Mansjur Sjah, Reog BKAK yang dikenal sebagai pelawak, agaknya untuk memberi warna banyolan pada film dimaksud bertema horor.
Senja di Pantai Losari
Zainuddin (Deddy Sutomo) meninggalkan Ujungpandang pergi ke Jakrta untuk mencari keraja. Ia meninggalkan isteri Nursiah (Emilia Contessa) dan mertuanya (Sofia WD). Di Jakarta setelah dapat kerja sebagai pembantu arsitek, ia pacaran dengan putri direktur tempat ia bekerja. Hebatnya antara Jakarta-Ujungpandang itu tak ada kabar-kabaran sama sekali. maka Zainuddin tak tahu bahwa musibah menimpa keluarganya.
Mertuanya di tahan karena membunuh pemuda mencoba memperkosa Nursiah. Untuk cari makan Nursiah terpaksa jadi hostes. dan karena bos klab malam itu masih saudara dengan pemuda yang dibunuh ibu Nursiah, maka Nursiah dipecat. Dalam keadaan terlunta-lunta datang sang penolong seorang pemuda kaya. Tapi karena sang pemuda tak sahabat Zainuddin maka hubungan tak berlanjut.
Kebetulan ibu Nursiah keluar tahanan berkat Zainuddin yang pincang karena kecelakaan lalu pulang. Pacarnya di Jakarta tak sudi lagi berhubungan. Kembalinya Zainuddin tak serta merta di etrima Nursiah. Baru setelah anak mereka meninggal dunia karena kecelakaan, pasangan tadi akur kembali.
Semalam di Malaysia
Victor Abdullah (Sam Bimbo) penyanyi tenar Malaysia, berkenalan dan saling jatuh cinta dengan Sandra mahasiswa dan penyanyi Indonesia yang tengah mengadakan pertunjukan di Malaysia. Victor ternyata adalah Jarot sementara Sandra adalah Salimah anak-anak pasangan Marto (Koesno Soedjarwadi) dan Ruminah (Rina Hasim) yang terpisah sejak kecil karena kapal Marto dam Jarot yang mengangkut sapi dagangan mereka kandas di Malaysia. Salmah dibesarkan keluarga kaya Jakarta, dimana Ruminah jadi pembantunya dengan syarat merahasiakan asal usul Salmah, sementara Marto ternyata masih hidup dan kerja jadi kuli di Tanjung Priok. Berkat siaran televisi dan surat kabar anggota kelurga yang terpisah itu bertemu kembali saat Ruminah hendak meninggal dunia.
Director: Nico Pelumania
Writer(s): Frank Rorimpandey; Tuti Mutia
Producer: Tuti Mutia; Runme Shaw
Cast: Sam Bimbo; Koesno Soedjarwadi; Rina Hasim; Nazie Noni; Aedy mawardi; Tina Melinda; Purnomo (Mang Udel); Frans Roriepandey; Sri harto; Sarifah Nora; Iin Parlina

