Cukong Blo’on
Untuk membiayai sekolah Lies, ibunya meminjam uang pada Madun seorang lintah darat dengan imbalan Lies akan dikawinkan dengan Madun setelah selesai sekolah. Muncul Jack anak orang kaya yang tinggal di kota tapi berasal dari desa yang sama dengan Lies. Jack sering datang ke desa untuk menemui Lies, membuat Madun cemburu dan meminta untuk segera dikawinkan dengan Lies. Lies menyerah tapi dengan syarat perkawinan berlasung di Jakarta dan segala keinginannya harus dituruti. Di Jakarta Madun terkuras uangnya untuk memenuhi keinginan Lies. Madun tidak sanggup membayar hotel yang ternyata milik orang tua Jack. Jack mengganti semua pengeluaran madun dan perkawinan Lies dengan madun akhirnya batal. Hubungan Lies dan Jack berlanjut.
Director: CC Hardy
Writer(s): FX Samsulhadi; Robert Rismana; CC Hardy; Tjut Djalil
Producer: CC Hardy
Cast: Benyamin S.; Ida Royani; A. Hamid Arief; Marlia Hardi; Ratmi B-29; Andy Aurik; Rina Hassim; Syamsu; Eddy Gombloh; S. Kamdi
Cucu
Karena sebuah kecelakaan, Boi kehilangan kedua orangtuanya. Kebetulan salah seorang staf Kedutaan Besar RI Malaysia melalui Deplu bisa menemukan familinya yaitu neneknya yang kaya raya di Pulau Banda Neira. Boi disuruh untuk tinggal bersama. Di Banda Neira Boi harus menghadapi Dullah, suami anak angkat neneknya, yang pemabuk dan ingin menguasai harta neneknya. Kisah kemudian berkisar tentang usaha Dullah mencelakakan Boi untuk mendapatkan harta neneknya namun justru Dullah mendapat celaka hingga ajalnya.
Director: Des Alwi
Writer(s): Des Alwi; Usbanda
Producer: Qamar, AR; Des Alwi
Cast: Ramon Alwi, Farouk Afero; Dien Novita; Dadi Djaja; Hadisjam Tahax; Halida Hatta; Hadidjah; Evy Devy Harfiany; S. Roomai Noor; Umi Kalsum
Dimadu
Yayuk istri Mochtar pedagang kaya sering mengecewakan suami, karena lebih mementingkan urusan pribadi di luar rumah daripada urusan rumah tangganya. Nasehat suaminya tidak pernah digubris karena prinsip persamaan hak pria wanita. Mochtar iri melihat keharmonisan rumah tangga sahabatnya Arifin dengan Sari. Karena itu ia minta adik Arifin, Lenny untuk jadi istri mudanya. Perkawinan kedua ini hanya membawa kebahagiaan sebentar, karena diketahui oleh istri pertamanya.
Apalagi diketahui kelakuan Lenny tidak seperti kakaknya, Sari. Ditambah lagi Lenny dihasut untuk pergi ke dukun, yang membuat hati Yayuk semakin panas dan ikut pula pergi ke dukun yang sama. Keruwetan bertambah saat sopir Mochtar, Mansjur pacaran dengan pembantu Lenny, Netty, padahal Mansjur sudah beristri Ratmi. Masalah semakin meruncing dan sering timbul konflik fisik antara Yayuk dengan Lenny dan Ratmi dengan Netty. Untuk mencari tempat aman, Mochtar tidur di kantor.
Cincin Berdarah
Darsih tak perduli sudah punya anak dan suami. Ia main serong dengan Kosim tetangganya. Marni adik Kosim yang selalu menjadi bulan bulanan mempunyai sebuah cincin yang ternyata membawa petaka. Mula-mula bayi Darsih mati digigit tikus, kemudian tanpa sengaja Marni memergoki Darsih dengan Kosim. Takut rahasianya terbongkar, maka Marni dibunuh. Cincinnya diambil oleh yang memandikan mayat yang ingin menyimpan rahasia. Sejak itu setiap pemilik cincin Marni selalu mendapat petaka. Puncaknya arwah Marni mendatangi Darsih yang meminta Kosim tidur di rumahnya. Darsih mati ketakutan sedangkan Kosim mati dipatok kobra.
Director: SA Karim
Writer(s): Wirjaatmadja Ngadiman; Ackyl Anwari
Producer: Wirjaatmadja Ngadiman
Cast: Grace Simon; Muni Cader; Noortje Supandi; Menzano; Ratmi B-29; Slamet Harto; Tini Muslim; Bissu; Udi; Dudung; Harry; Diman
Teror Tengah Malam
Perkawinan Susi (Lenny Marlina) dan Toni (Zainal Abidin) diganggu dengan tiadanya anak. Susi akhirnya menipu suaminya. Ia pura-pura hamil dan kemudian minta anak pada sahabatnya, Lina (Tuty S), yang menusulkan tipu daya ini. Celakanya, rahasia ini diketahui bajingan yang menamakan dirinya Mawar Merah (WD Mochtar). Bajingan ini yang kemudian menteror Susi terus dengan jalan minta uang. Teror terus meningkat. Toni lalu tahu. Dan bencana datang, hingga Susi meninggal.
Director: Willy Wilianto
Writer(s): Willy Wilianto
Producer: Willy Wilianto
Cast: Lenny Marlina; Tuty S; Zainal Abdi; WD Mochtar; ME Zaenuddin

