Tiada Jalan Lain
Roy Supit (Teng Kuang Yung) terpesona melihat Helen (Debby Cynthia Dewi), begitu juga sebaliknya. Perkenalan dengan gaya malu-malu kemudian disusul langsung dengan adegan ranjang, bahkan Helen membuka baju dulu. Lamaran Roy pada orangtua Helen ditolak, karena tak cukup kaya. Roy nekat . ia curi uang kantor dan lari bersama Helen. Maka mulailah adegan pelarian yang kisahnya tidak jelas arahnya hingga ke akhir film, karena yang dipentingkan adalah tontonan mobil mewah dan adegan jotosan.
Director: Hasmanan; John Chang Mei Ching
Writer(s): Lukman Karmani, Ardan, SM
Producer: Robby Tjahjadi; Robby Sumampow; Suen FL
Cast: Teng Kuang Yung; Debby Cynthia Dewi; Bambang Hermanto; Tang Wei; Komalasari; A.Hamid Arief; S.Bono; Abidin Supu; Jocom Como; Hanny Ray
Titienku Sayang
Karena istrinya tak segera punya anak, Yusuf (Rully Harsono) serong dengan Mila (Ida Abdi) sampai melahirkan anak. Rahasia ini ketahuan Yanti (Mila Karmila), sang istri, yang kemudian mengambil anak yang bernama Titien (Astri Ivo), sementara ibu kandungnya, Mila, diberi hak tinggal serumah dan mengenalkan diri sebagai tante kepada anak kandungnya. Tidak jelas alasannya, Titien membenci Mila, hingga karena ada suatu fitnah, Milalari pulang ke ibunya (Fifi Young) di Pontianak. Titien yang akhirnya tahu rahasia hidupnya, menyusul ibunya. Mila tidak langsung mengaku bahwa ia ibu kandungnya. Ia bahkan tega membiarkan Titien tidur di lantai di depan kamar ibunya. Yusuf dan Yanti pergi menyusul juga untuk minta maaf. Terlambat. Mila keburu meninggal.
Director: John Tjasmadi
Producer: Iwan Salim
Cast: Mila Karmila; Ida Abdi; Astri Ivo; Rully Harsono; Anny Kusuma; Ferry Irawan; Fifi Young; Slamet Harto; Ratmi B-29
Tjintaku Djauh di Pulau
Datang ke sebuah pulau kecil, kapal Angkatan Laut yang tengah mengalami kerusakan mesin. Pada saat itu juga, Bondan (WS Rendra), jagoan pulau itu sakit keras. Sudter Narti (Widyawati) yang bekerja di pulau terpencil itu bersama Suster Rina (Rinna Hassim), tak mampu menolong, meski Tinah (Rima Melati), putri Bondan, panik. Narti minta bantuan dokter Narko dari kapal ALRI. Bondan sembuh, tapi muncul cinta segitiga Narko cinta Narti, Tinah cinta Narko. Datang musibah lain: kolera, yang kemudian memakan korban Narti.
Director: Motinggo Boesje
Writer(s): Motinggo Boesje
Producer: Soetomo SW
Cast: Motinggo Boesje; WS Rendra; Sophan Sophiaan; Widyawati; Rima Melati
Wadjah Seorang Pembunuh
Rubiah (Fifi Young), janda kaya berpenyakit asma dan bercucu Rina (Paula Rumokoy), berkali-kali diteror bayangan sosok tubuh berpisau dan bersarung tangan hitam. Inspektur Arifin (S.Bono) yang dilapori, lalu menyelidik. Semua penghuni rumah dtitanyai: umar (Muni Cader), pawang kuda, Rohana (Lenny Marlina), pelayan, dan juga sopir keluarga. Dalang dari teror ini adalah Indra (Gatot Teguh Arifianto), pacar Rina, yang ingin menguasai harta Rubiah. Ia menggunakan Rohana sebagai tangan kanannya. Sedang Rohana lalu memasukkan Umar. Umar inilah yang berhasil melaksanakan pembunuhan, meski dengan motif lain. Indra sendiri mati gantung diri.
Director: Sharieffudin A., M.
Writer(s): Aminudin A. , M.
Producer: Sutojo Kurniawan
Cast: Lenny Marlina; Fifi Young; Gatot Teguh Arifianto; Paula Rumokoy; S.Bono; Muni Cader
Sisa-sisa Laskar Pajang
Sebuah film kolosal kalau dilihat dari pegunungan 1.000 figuran dan 200 kuda. Kisahnya terjadi setelah perang besar Pajang melawan Mataram. Penggiring (Bambang Hermanto), salah satu komandan laskar Pajang, malu pulang karena kalah. Ia lalu mengembara di hutan dan menaklukkan para brandal. Maka tersiar kabar bahwa Penggiring jadi raja brandal dan melakukan pemerasan terhadap rakyat. Rindu pada ibunya, membuat Penggiring pulang ke desanya, Candi sari. Hal ini membuat ia harus berhadapan dengan adik tirinya, Bramanti (Bambang Tedjo), yang termakan kabar angin tadi.
Penggiring yang sebetulnya menang, tidak melanjutkan duel. Ia berhasil meyakinkan penguasa desanya, hingga diangkat jadi kepala pengawal keamanan. Namun demikian, konflik dengan adik tirinya dimanfaatkan oleh Sekar Jagad (Darussalam), pimpinan kelompok brandal lain yang tak senang pada Penggiring. Sekar Jagad dan Bramanti lalu menyerbu Candi Sari. Ratusan prajurit dan penduduk tewas. Bramanti sendiri hampir tewas kalautidak keburu datang kakaknya, Penggiring, yang lalu menewaskan Sekar Jagad.

