Malin Kundang
Kisah anak durhaka, tak mengakui ibunya saat sudah dewasa dan menjadi “orang”. Malin (Rano; Putu Wijaya), anak janda miskin, yang tinggal di tepi pantai. Kemiskinan itu yang menjadi dendamnya kemudian hari. Ia menarik minat seorag awak kapal. Ia diajak berlayar dan diajari hingga jadi pelaut besar dan kaya. Sewaktu kembali mendarat di kampung halamannya, ia tak mau mengakui ibunya yang masih tetap miskin. Sayang alasan malunya di sini tak jelas. Kapal Malin kemudian dilanda topan dan kandas. Malin sendiri seolah berubah jadi batu yang berlutut dimakan sumpahnya sendiri. Akhir inilah yang membedakan dengan legenda aslinya.
Director: Djajakusuma, D.
Writer(s): Asrul Sani
Producer: Elly Joenara
Cast: Rano Karno; Putu Wijaya; Fifi Young; Rd Mochtar; Hadisjam Tahax; Mansjur Sjah; Darussalam; Lahardo; Atik Pasono; Robby Sutara; Halida Hatta; Noor Aziza; Sjamsudin Sjafei; M.Budhrasa; Muara Surawijaya; Susy Dewi
Matahari hampir terbenam
Judul
Matahari hampir terbenam
Sutradara
Iskak, R.
Produser
Iskak, R.
Pemeran Utama
Sophan Sopian; Widyawati; Broery Marantika
Pemeran Pembantu
Ariati; Godfried Sancho; Pipie Adjie; N.Latief AR.
Keterangan Publikasi
Jakarta : Gaja Rama Film, tahun 1971
Deskripsi Fisik
Film berwarna
Media
Film layar lebar
Sinopsis
Film diawali dengan khotbah seorang psikolog tentang jurang antara orangtua dan anak-anak mereka. Film ini memang berniat untuk menjadi jembatan pada jurang itu, tapi yang terjadi kurang meyakinkan, karena penggambarannya sangat tidak meyakinkan. Max (Sophan Sophiaan), anak keluarga kaya, tidak mendapatkan ketenangan di rumah. Maka dia mencarinya di luar rumah dan jadi pemimpin geng anak muda yang biasa hidup bebas dan pemadat ganja maupun morfin. Ia harus berhadapan dengan geng lain pimpinan Toto (Broery Marantika). Perkelahian terjadi karena Max pacaran dengan Sita (Widyawati), adik Toto. Pertentangan itu membawa korban Max.
Subjek
Film laga
Bahasa
Indonesia
Penulis Skenario
Taufik Effendy
Penulis Cerita
Iskak, R.
Penata Artistik
Penata Suara
Penata Musik
Panjaitan Bersaudara
Penata Foto
Sugiarto
Penyunting
Muryadi
Sound Track
Judul Lain
Catatan
Sumber Katalog
Katalog Film Indonesia 1926-1995 / JB Kristanto. – Jakarta:Grafiasari Mukti, 1995
Matinja Seorang Bidadari
Santi (Poppy Darsono), guru desa yang bosan dengan kemiskinan, terbujuk Ratman (Farouk Afero), pemilik klab malam yang gagal terus dalam perkawinan. Santi jadi hostess alias pramuria di klab malam. Beda dengan wanita lain yang gampang ditiduri, dan gagal diajak nikah, maka Santi minta rumah mewah. Meski demikian Santi tetap murung, sampai ketemu dengan Franky (Rudi Hartono)secara kebetulan di Taman Ria. Hubungan yang lalu rapat ini membuat Ratman marah-marah, karena itu berarti Santi melalaikan kerjanya. Dan berkelahilah Ratman dan Franky. Ratman kalah dan Franky sadar siapa sebetulnya Santi. Ratman juga marah dan mengusir Santi, sementara Franky diungsikan orangtuanya belajar di luar negeri.
Director: Wahyu Sihombing
Writer(s): Sihombing, Wahyu
Producer: Eddie Darmawan
Cast: Poppy Darsono; Farouk Afero; Rudi Hartono; Jusman; Letty Djamal,M.; Monteiro Attaullah; Bissu
Misteri di Borobudur
Barda si buta (Ratno Timoer) saat berada di Borobudur, dituduh sebagai pembunuh Bimo Adirekso (Wahid Chan). Anak-anak terbunuh, Subala (Adang Mansjur) dan Subali (Adji Agus), tidak peduli dengan tuduhan orang. Mereka berebut harta peninggalan orangtuanya sampai terjadi perkelahian hebat yang sia-sia, karena wasiat dan peta harta ada di tangan Sekarningsih (Nuke Maya Saphira), anak Bimo juga, dan pacarnya, Bambang Permadi (Rachmat Kartolo). Harta itu sempat dicuri oleh Selendang Mayang (Rita Zahara), lalu tercuri orang lain lagi sampai ke Dieng. Di sini pertempuran terjadi. Film ini disuguhkan dengan gaya misteri.
Director: Pitrajaya Burnama
Writer(s): Ganes, TH.; Pitrajaya Burnama
Producer: Tien Samantha
Cast: Ratno Timoer; Wahid Chan; Rita Zahara; Rahmat Kartolo; Nuke Maya Saphira; Kandar Sinyo; Adang Mansjur; Adji Agus
Pandji Tengkorak
Dengan menggunakan topeng Panji Tengkorak, anak buah Kebobeok (Maruli Sitompul), berhasil merampas pedang pusaka dan membunuh pemiliknya. Gadis murid korban pembunuhan itu, Dewi Bunga (Shan Kuang Ling Fung), lalu dendam kepada pada Panji Tengkorak. Ia lalu belajar silat pada Muri (Rita Zahara) dan setelah itu berkelana mencari Panji Tengkorak. Waktu ia dikeroyok anak buah Kebobeok, Panji Tengkorak asli (Deddy Sutomo), yang tak menggunakan topeng datang membantu. Dalam perjalanan selanjutnya, Dewi Bunga berhasil menyelamatkan seorang gadis, Mariani (Lenny Marlina), yang sedang mencari adiknya yang diculik gerombolan Kebobeok juga. Dari cerita Mariani, diketahui juga bahwa Panji Tengkorak adalah pendekar budiman. Dewi Bunga dan Mariani lalu menyerbu markas Kebobeok, yang ternyata sedang menyekap Panji Tengkorak juga. Dibantu gurunya, Muri, maka mereka semua berhasil melabrak gerombolan jahat tadi. Panji dan Dewi lalu berpisah jalan.
Director: Harris, A.
Writer(s): Hans Djaladara
Producer: Benny Suherman; LS Chang
Cast: Deddy Sutomo; Shan Kuang Ling Fung; Maruli Sitompul; Lenny Marlina; Nanien Sudiar; Rita Zahara; Godfried Sancho; Charlie Chen; Mansjur Syahdan; Benny Tatang; Irawan Oerip; Bambang Siswanto; Firman Sitompul

