Aladin
Aladin dalam film ini adalah sebuah Biro Detektif Swasta yang anggotanya antara lain memiliki lampu wasiat yang bila dinyalakan akan mengeluarkan Blue Jin. jin biru yang siap membantu mereka setiap saat.
Banyolanpun diekploitasi di sekitar masalah ini. Datang permintaan bantuan dari seorang jutawan yang isterinya diculik. Operasi pencarian antara lain dengan menyamar menjadi dokter dan bidan.
Director: Matnoer Tindaon
Writer(s): Husein Wijaya
Producer: Washi Dipa
Cast: Ratmi B-29; S.Bagio; Alwi; Us Us; Deddy Damhudi; Aminah Cendrkasih; Mansjur Sjah
Banteng Betawi
Si Pitung (Dicky Zulkarnaen) bersama Aisah (Paula Rumokoy), pacarnya, bersembunyi di rumah Bang Miun (Benyamin S.). Ia berhasil kawin. Berita ini didengar Demang Meester (Mansjur Sjah), yang ingin memperistri Aisah, dan Heyne Scott (A>Hamid Arief), opsir Belanda. Rumah orangtua Aisah diancam dibeslah oleh Demang Meester, karena ia sudah memberi panjar pada orangtua Aisah untuk biaya perkawinannya. Pencarian terhadap Aisah dilakukan dan berhasil berkat anak buah Demang, Dadap (WD Mochtar) dan Japat (Jeffry Sani), yang juga melakukan perampokan atas nama Pitung. Pitung sendiri repot, karena harus pula membasmi perampok yang mengatasnamakan dirinya. Aisah berhasil disekap di rumah istri muda Dadap dan ayahnya dibunuh.
Setelah digagahi Demang, Aisah gantung diri. Pitung makin kalap dan merajalela tanpa bisa dicegah, sampai ada orang yang memberi tahun nahasnya Pitung, yaitu antara lohor dan magrib, jimatnya harus dicuri, dan ditembak dengan peluru emas. Yang memberi tahu syarat itu adalah Somad, orang seperguruan Pitung. Syarat ini dipenuhi Heyne dan berhasil. Heyne memberi hormat saat Pitung meninggal.
Si Pitung
Berbeda dengan cerita lenong , Si Pitung tidak meninggal. Ia bak koboi yang menyelesaikan satu masalah dan pergi. Si Pitung (Dicky Zulkarnaen) yang berguru pada H.Naipin (M.Panji Anom), mendapat kekuatan untuk melawan penindasan yang dilakukanpara tuan tanah terhadap rakyat kecil.
Dengan bantuan sahabatnya, Djiih (Sandy Suwardi), ia menghajar centeng-centeng bayaran para tuan tanah. Begitu juga opas-opas kompeni. Komandan Polisi Kompeni (A.Hamid Arief), mendapat jalan untuk menghalangi Pitung. Pacar Pitung, Aisyah (Paula Rumokoy) dijadikan istri ketiga Demang Meester (H.Mansjur Sjah). Pada saat pesta akan berlangsung Pitung berhasil melarikan kekasihnya, sambil berkata bahwaakan pergi ke tempat orang-orang yang membutuhkan.
Si Buta dari Gua Hantu
Sebuah desa kecil yang aman dikacau oleh orang buta bernama Mata Malaikat (Maruli Sitompul). Pakti Sakti (Alam Surawidjaya), ayah Barda Mandrawata (Ratno Timoer), yang tersohor dalam dunia persilatan, mati di tangan Mata Malaikat. Barda menuntut balas, setelah berbagai usaha meningkatkan ilmunya. Setelah dendam terbalas, ternyata soal belum selesai, karena Sapu Jagat (Kusno Sudjarwadi) masih menghadang. Sapu Jagat tidak dibunuh meski sudah menyerah, dan Marni (Sri Rejeki)sudah jadi istri Barda. Barda kembali mengembara. Salah satu film laga silat yang banyak dipuji.
Samiun dan Dasima
Dasar kisah tidak berbeda jauh dengan kisah yang berawal dari novel, lenong maupun film yang pernah dibuat sebelumnya (Lihat Njai Dasima I). Perbedaannya pada penonjolan adegan erotis : ada ciuman buah dada terbuka, ada buah dada terbuka tanpa ciuman, ada kain terlepas meninggalkan. Mungkin bisa dibilang film paling berani mempertunjukkan adegan seks pada waktunya. Sutradara mempunyai argument sendiri untuk adegan-adegan itu, antara lain untuk memperkokoh alas an dan bangunan psikologis tokoh-tokohnya. Hal ini pula yang membedakan kisah Dasima ini dengan Dasima yang sebelumnya : lebih banyak konflik pskologis dan social disbanding konflik cinta akibat guna-guna.
Umpamanya, betapa terasing Dasima (Chitra Dewi) dalam pergaulan Edward William (A.Hamid Arief) dan kawan-kawannya, hingga ia memilih pergi dai rumah gedung dan tinggal di rumah pembantunya, Mak Buyung (Fifi Young) di kampong. Tokoh Samiun (WD Mochtar) dan Hayati (Sofia WD), juga diberi latar belakang yang lebih masuk akal. Samiun adalah pedagang barang-barang gelap yang terjerat hutang. Sedang Hayati adalah perempuan gila judi. Ketika kepepet tidak bisa bayar hutang, maka Samiun minta kawannya Puasa (Wahid Chan) untuk pura-pura merampok dirinya bersama Dasima yang saat itu hendak pulang ke kampungnya, setelah hartanya diludeskan Samiun dan Hayati, Dasima dibunuh. Samiun dan Puasa ditangkap polisi. Nancy (Astri Ivo), anak Dasima dan William, diajak ayahnya pergi ke negerinya.

